bajawa

•October 17, 2007 • 34 Comments

Awal Ramadhan lalu, saya jalan ke Bajawa..ibukota Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur ini terlihat seperti bak karena di kelilingi gunung-gunung..Tim kali ini terdiri dari 8 orang, pak Koko, mas Tri, mas Arif, Riky, Dicky, Sesa, Intan dan saya..Lama pencapaian Malang-Bajawa sekitar 14-15 jam, sembari transit sih. Malang-Surabaya (Juanda)-Bali (Ngurah Rai)-Waingapu (Mau Hau)-Maumere (Waioti)..dari Maumere ke Bajawa naik taxi sekitar 8 jam, jalannya seperti Ngantang-Batu 10 kali bolak-balik lah hehe..ato persis jalan menuju ke Pacitan, tapi kurang lama..hebatnya saya yang pemabuk ini tidak mengalami muntah loh, sopir yg bernama om Yance Parera emang top..

Selain ikut dalam pelatihan tata ruang yang pesertanya antusias tsb, yang menyenangkan adalah jalan ke desa adat Wogo, ke wisata air panas Mengeruda di Kecamatan Soa, ke Danau Kelimutu. Hmm..ada lagi yang menyenangkan, ternyata ada seorang pemateri dari VSO (Voluntary Service Overseas) bernama Tjeerd Wits berkebangsaan Belanda, seorang ahli GIS dari UVA (university of Amsterdam)..hebat dedikasinya, salut..

Bajawa sendiri kotanya kecil, mungkin setengah jam aja selesai keliling kota. Bagi saya, Bajawa mempunyai keunikan antara lain stadionnya. Baru kali ini ada stadion yang arahnya Timur-Barat hehe..coba dicek di kota lain, selalu menghadap Utara-Selatan karena mengikuti arah peredaran matahari, supaya tidak menyilaukan bagi pemain sepak bola. Di Bajawa jadi lain, sinar matahari bukan menjadi penghalang bagi pemain sepakbola, karena hawa yang dingin sekali orang bermain bola mulai jam 11-12 siang hehe..

Selain itu hampir tiap sudut kota ada tugu atau patung seperti landmark, tapi bukan landmark hanya patung kata seorang bapak pejabat Bappeda Ngada. Saya jadi ingat kata Dr. van Stein “don’t ask me about the meaning of sculpture in Groningen, just art”..loh ternyata sama aja toh di Groningen ama Bajawa hehe..

Ada lagi yang unik menurut saya, cabe rawitnya kecil-kecil dan pedes banget. Sengaja saya beli untuk dibawa pulang, sebagian saya tanam tuh hehe..Kain adat untuk Bajawa berwarna dasar hitam, lebih minimalis coraknya. Saya sempat beli di desa Langa, beruntung Sesa mabuk (baca: akibat si label merah hehe..) jadi dapat sarung dengan harga murah. Oiya, jangan lupa coba nikmati kopi arabika Bajawa, sedap banget..

Eid Mubarak 1428 H

•October 17, 2007 • 2 Comments

Taqobbalallahu minna wa minkum..
Taqobbal ya kariim..

Eid Mubarak to you and your family..
May Allah bless us..
amiin..

ramadhan..

•September 21, 2007 • Leave a Comment

Alhamdulillah, bagi saya Ramadhan kali ini istimewa. Menunaikan ibadah di tengah-tengah keluarga, nuansa Ramadhannya jauh terasa dibanding tahun lalu (baca: 2006) di Groningen..bikin perbandingan kok aneh ya, kalau kata HW pada Ocek ‘dont compared apple with durian’ hihi..
Ramadhan hari pertama mulai ikut tadarusan di masjid, hadiahnya sepeda jepit milik mama yang saya pakai hilang..sudah jelek sih, tapi kok ya hilang..walhasil, pulang ke rumah tanpa alas kaki (baca: nyeker) hehe..hari-hari berikutnya aman-aman aja.

Bulan penuh berkah, ternyata ada kesempatan jalan-jalan lagi hehe.. Tahun lalu, di hari pertama puasa, saya dan teman-teman SS pergi ke Den Haag. Tujuan awal sih nengok Teh Rini yang waktu itu masih dirawat di sebuah rumah sakit di sana. Berangkat pagi-pagi dengan semangat plus narsis, terus aja jalan dengan dipandu mbak Rini Zanur yang gak punya rasa capek itu. Keliling dari madurodam, taman mawar, scheveningen, kbri, market, pokoknya jalan terus sampai akhirnya di tempat teh Rini. Heran ya, tujuan awal kok malah jadi akhir perjalanan hehe..perjalanan yang sungguh-sungguh menyenangkan plus melelahkan, yang tadinya narsis sampai difotopun sudah capek rasanya..gempor..

Nah, bentar lagi petualangan ramadhan seri tahun 2007 akan segera dimulai, semoga kerjaan dan perjalanannya menyenangkan.

marhaban ya ramadhan

•September 12, 2007 • Leave a Comment

satu bulan dalam satu tahun
bulan suci itu datang
30 hari dalam satu bulan
ladang amal terbentang
bulan itu bernama Ramadhan

mampukan aku
bersujud tanpa batas waktu
bukakan naluriku
berjalan penuh kehati-hatian
menembus ruang Ramadhan

tuluskan aku
menggenggam tangan mereka
erat terjabat
meluruhkan debu-debu
melunturkan iri dengki dan dusta

marhaban ya Ramadhan

apabila ada kekhilafan yang pernah saya perbuat, mohon dimaafkan dengan ikhlas

rindu

•July 30, 2007 • 5 Comments

aku terdera rindu
inginku memandang wajahmu
inginku berjalan disisimu
inginku waktu berulang
seperti dulu
bersamamu bertukar canda
bersamamu berbagi duka
seperti lalu
masih mungkinkah itu?

aku rindu padamu