header image
 

ramadhan..

Alhamdulillah, bagi saya Ramadhan kali ini istimewa. Menunaikan ibadah di tengah-tengah keluarga, nuansa Ramadhannya jauh terasa dibanding tahun lalu (baca: 2006) di Groningen..bikin perbandingan kok aneh ya, kalau kata HW pada Ocek ‘dont compared apple with durian’ hihi..
Ramadhan hari pertama mulai ikut tadarusan di masjid, hadiahnya sepeda jepit milik mama yang saya pakai hilang..sudah jelek sih, tapi kok ya hilang..walhasil, pulang ke rumah tanpa alas kaki (baca: nyeker) hehe..hari-hari berikutnya aman-aman aja.

Bulan penuh berkah, ternyata ada kesempatan jalan-jalan lagi hehe.. Tahun lalu, di hari pertama puasa, saya dan teman-teman SS pergi ke Den Haag. Tujuan awal sih nengok Teh Rini yang waktu itu masih dirawat di sebuah rumah sakit di sana. Berangkat pagi-pagi dengan semangat plus narsis, terus aja jalan dengan dipandu mbak Rini Zanur yang gak punya rasa capek itu. Keliling dari madurodam, taman mawar, scheveningen, kbri, market, pokoknya jalan terus sampai akhirnya di tempat teh Rini. Heran ya, tujuan awal kok malah jadi akhir perjalanan hehe..perjalanan yang sungguh-sungguh menyenangkan plus melelahkan, yang tadinya narsis sampai difotopun sudah capek rasanya..gempor..

Nah, bentar lagi petualangan ramadhan seri tahun 2007 akan segera dimulai, semoga kerjaan dan perjalanannya menyenangkan.

marhaban ya ramadhan

satu bulan dalam satu tahun
bulan suci itu datang
30 hari dalam satu bulan
ladang amal terbentang
bulan itu bernama Ramadhan

mampukan aku
bersujud tanpa batas waktu
bukakan naluriku
berjalan penuh kehati-hatian
menembus ruang Ramadhan

tuluskan aku
menggenggam tangan mereka
erat terjabat
meluruhkan debu-debu
melunturkan iri dengki dan dusta

marhaban ya Ramadhan

apabila ada kekhilafan yang pernah saya perbuat, mohon dimaafkan dengan ikhlas

rindu

aku terdera rindu
inginku memandang wajahmu
inginku berjalan disisimu
inginku waktu berulang
seperti dulu
bersamamu bertukar canda
bersamamu berbagi duka
seperti lalu
masih mungkinkah itu?

aku rindu padamu

bukan aku

dia bukan untuk dipilih
dia dekat tapi tak tersentuh
kawan bilang mimpi pun jangan
cukup sekedar berangan

apa kata kawan
andai aku bertahan
senyum akan tercibir
bisik-bisikpun tercecar

apa kata dunia
andai aku mendapatkan dia
mungkin matahari akan berkerut
mendungpun bergelayut

karena tau memilih dia gak mungkin itulah, jadi mewujudkan lewat mimpi aja..ada yang gak setuju?

kata dia tentang aku

dia menertawakanku
katanya aku penakut
takut masa lalu
apalagi masa depan

dia berkata serius
katanya aku pengecut
tidak berani ambil keputusan
apalagi tindakan

dia hanya tersenyum
katanya aku tak punya nyali
tidak berani melompat lebih tinggi
apalagi melebarkan sayap

dia hanya memicingkan mata
katanya aku banyak mengeluh
takut membuka mata
apalagi melangkahkan kaki

akhirnya dia hanya berkata pelan “selamat menikmati keadaan yang kamu inginkan sendiri” dan dia pun berlalu :(
makasih..

sombong

Satu pertanyaan mengusik saya, sombong kah saya? saya tau pasti jawabannya..iya..saya masih sombong..

Hari Minggu lalu, 22 Juli 2007, ada silaturahim warga deGromiest di Haydnlaan 83, rumah tante Aisyah (aka tante Panca) tempat dimana teh Rini Valianti tinggal di Groningen, rumah yang insyaallah penuh berkah karena si tante baru mendapat hidayah, alhamdulillah. Dalam tausyiah mas Chalid (aka MC) mengajak supaya tidak sombong, tidak melihat diri lebih bertaqwa dibanding orang lain. Bahwa tidak ada yang menjamin ketaqwaan seseorang akan terus langgeng, bisa saja pagi bertaqwa sore malah bermaksiat dan meninggal dalamnya..naudzubillah..Bisa juga orang yang selama ini berkubang dalam maksiat, malah mendapat hidayah dan lebih bertaqwa dibanding yang lain. Sudah sepatutnya setiap orang mawas diri dan menjaga keimanan, selalu berteman dalam kebaikan dan dalam lingkungan yang baik pula, sehingga jika ada kesalahan ada yang mengingatkan.

Continue reading ’sombong’